Kim Jong-un: Bagaimana Media Berbohong

0
Bagaimana Media Berbohong

Kim Jong-un dikabarkan meninggal. Sudah beberapa hari ini belum ada klarifikasi dari pihak resmi Korea Utara. Anda mungkin termasuk beberapa orang yang merasa senang dengan kematiannya. Alasannya sederhana; ia komunis, selalu dikabarkan mudah mengeksekusi rakyat bahkan keluarganya dan gaya rambutnya jelek.

Namun terdapat satu hal yang masih belum terjawab; bagaimana kita membenci orang dan negara yang tidak pernah punya urusan perdagangan maupun hubungan lainnya dengan negara kita? singkat kata: bagaimana anda bisa membenci Kim Jong Un yang tidak punya sedikitpun masalah dengan anda?

Jawabannya adalah media. Pemberitaan yang anda terima tentang Kim Jong un dan Korea utara selalu dramatis dan fantastis. Mari kita lihat fakta, angka ekspor Indonesia ke Korea utara sampai tahun 2018 hanya 50,5 juta rupiah atau $ 35,967 US Dollar CNBC, 12/6.2018). Sulit menemukan angka wisatawan dari Korea Utara ke Indonesia maupun sebaliknya. Namun satu hal yang pasti; neraca ekspor menunjukan bahwa kita tidak punya banyak urusan dengan Korea Utara.

Persoalan utama dari situasi ini adalah media Mainstream Barat. Sejak 3 tahun terakhir, media Barat; DailyMail, BBC, CNN, New York Times, Reuteurs, Al Jazeera dan lainnya seringkali menampilkan berita yang menyudutkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Di Indonesia, berita mereka diterjemahkan secara langsung tanpa proses verifikasi yang jelas oleh CNNIndonesia, kompas, sindonews bahkan Tempo. Mari kita ambil contoh:

Pada tahun 2014, media Barat dihebohkan dengan informasi bahwa Kim Jong Un mengeksekusi Pamannya sendiri Jang Song Thaek dengan cara dimakan hidup-hidup oleh anjing kelaparan. Beruntung seorang reporter the Guardian, Jonathan Kaiman berhasil melacak bahwa informasi tersebut awalnya berasal dari tabloit Hongkong pada 12 desember 2013 yang mengutip suatu media satir di Cina. Dua minggu setelahnya, pernyataan satir “mengeksekusi dengan cara dimakan oleh anjing kelaparan” dikutip oleh media berbahasa Inggris di Singapura. Kemudian dikutip kembali dan menjadi berita heboh NBC, New York Daily, DailyMail dan media Barat lainnya.

Pada tahun yang sama, publik Barat dihebohkan oleh pengakuan anak perempuan Korea Utara bernama Yeonmi Park yang mengaku melihat ibunya sendiri diperkosa didepan matanya dan mengaku harus menguburkan sendiri ayahnya diam-diam dini hari karena sang ayah melawan pemerintah Korea Utara. Ia menceritakan semua itu sambil menangis dihadapan peserta acara Pertemuan One Young World di Dublin.

Belakangan Yeonmi Park sering diundang beberapa acara stasiun tv, radio dan lainnya. Semakin lama pengakuannya berubah-rubah. Kadangkala ia mengaku ayahnya sudah mati di Cina, dan ibunya tidak diperkosa. Lalu ia bercerita sampai-sampai memakan rumput karena kelaparan dan dalam acara talkshow lain ia mengaku pelariannya sebagai pengungsi ke Korea Selatan sangat beruntung dan tidak sampai kelaparan.

Media In The Now sempat membuat investigasi kumpulan kisah pilu Yeomi Park yang tidak konsisten tersebut. Bahkan The Diplomat melaporkan kontradiksi pengakuan Park dengan membeberkan fakta bahwa Park merupakan anggota dari NGO Atlas Foundation yang berkantor di New York, Amerika Serikat.

Namun berita tentang kisah pilu Park sudah tersebar ke seluruh dunia dan Korea Utara sudah terlanjur dianggap Negara yang gagal menjunjung tinggi hak warga negaranya. Seluruh dunia kini memiliki satu opini yang dominan: Kim Jong Un adalah pemimpin keji yang rela membunuh rakyatnya bahkan pamannya sendiri. Sehingga Kim Jong Un merupakan pemimpin gila yang bisa sewaktu-waktu meluncurkan nuklir untuk mengancam perdamaian dunia. Anda mungkin salah satu yang percaya itu.

Ini merupakan hal yang sama, yang dilakukan media-media Barat menjelang invasi ke Irak; Bush mengatakan Sadam Husein sebagai poros setan, ketika menginvasi Libya; Khadafi dituduh pemimpin gila yang membunuh rakyatnya sendiri.

Ketika AS hendak melakukan invasi ke Irak tahun 1991, Kongres AS dipaksa menyetujuinya dengan memberikan Kesempatan kepada Nariyah (anak perempuan asal Kuwait) untuk berbicara dan menangis dihadapan kongres menyatakan bahwa pasukan Saddam Hussein membunuh 300 bayi dikampung halamannya (belakangan terbukti ia berbohong), persis sama ketika Yeonmi Park menangis dihadapan publik OYW, untuk tujuan yang sama; membuat Negara tersebut (Irak maupun Korea Utara) terlihat buruk dihadapan dunia.

Mengapa Korea Utara malah Menantang AS?

Sejarah selalu memiliki penjelasannya. Sebelum terpecah, pada tahun 1950, pasukan Korea Pro-komunis yang dibantu oleh tentara merah Cina dan senjata Uni Soviet berhasil menguasai kota Seoul (sekarang ibukota Korsel). Sekutu dibawah AS melancarkan serangan untuk merebut kembali Korea Selatan dan berhasil memukul mundur hingga ke perbatasan awal.

Bahkan dengan bangga, kepala pasukan Udara AS dalam perang Korea (1950-53), Curtis LeMay mengatakan:

“dalam tiga tahun tersebut, kita membunuh 20% populasi orang korea utara.”

Jumlah tersebut sangat mampu untuk memberikan ingatan yang jelas pada penduduk Korea Utara tentang trauma Perang, terutama pada bom yang dijatuhkan Angkatan Udara AS. Keputusan Korea Utara untuk mengembangkan senjata Nuklir dapat dianggap sebagai suatu sikap defensif yang traumatik tentang kedatangan kembali pasukan AS.

Kekhawatiran ini sangat beralasan. Setelah berakhirnya perempuran Perang Korea tahun 1953, pasukan Cina sudah pergi dari Korea Utara dan Uni Soviet tidak ikut campur. Namun sejak saat itu, pasukan AS membuat pangkalan Militer di Korea Selatan dan masih berada disana hingga Sekarang (1953-2020).

Pembunuhan 20% penduduk korea utara dan penempatan pasukan negara yang pernah melakukan pembantaian terhadap mereka diperbatasan menjadi alasan yang cukup kuat mengapa Korea Utara selalu merasa perlu untuk meningkatkan pertahanan militernya.

Saya tidak bilang Kim Jong Un adalah pemimpin yang baik. Tapi kalau anda tidak menyukai gaya rambut Kim Jong Un, itu masih lebih baik daripada kita mempercayai kebohongan media. Sekarang berita gratis, tapi alat verifikasinya yang mahal.

Sumber:

Pidato Saddam Hussein yang dikutip secara penuh menjadi arsip The Guardian, lihat https://www.theguardian.com/world/2003/jan/06/iraq1

[1]Pengakuan petugas CIA yang menginterograsi Saddam Hussein bahwa Irak tidak memiliki WMDs (Senjata Pemusnah Masal), lihat http://www.independent.co.uk/…/cia-officer-saddam… iraq-weapons-of-mass-destruction-war-a7509081.html

[1]Dalam percakapan telepon antara Moamar Khadafi (Libya) dengan Tony Blair (PM Inggris), Khadafi mengingatkan tentang kebangkitan Islam Ekstrimis dan memberi peringatan bila Libya digempur oleh Pasukan NATO maka gelombang Pengungsi yang selama ini tertahan di Libya akan menyebar ke Eropa. Lihat, http://www.independent.co.uk/…/gaddafi-accused-tony… a-as-former-pm-urged-him-to-step-down-during-arab-a6800526.htmldiposting pada tanggal 7 Januari 2016 dan diunduh pada tanggal 30 April 2017

[1]Untuk menguji kredibilitas jurnalistik reuteurs, http://honestreporting.com/academic-study-exposes…/ studi akademik tentang kredibilitas Reuteurs lihat http://blogs.roosevelt.edu/…/11/Reuters-article-JABR.pdf

[1]CNN mendapatkan berita mengenai Korea Utara dari Reuteurs dan menterjemahkannya begitu saja, lihat http://www.cnnindonesia.com/…/kim-jong-un-eksekusi-pej abat-tinggi-korut-karena-ketiduran/

[1]Dalam hal ini kompas mengutip dari Reuteurs, mengupas sikap pribadi Kim Jong Un dengan sangat tendensius. Lihat, http://internasional.kompas.com/…/Kim.Jong.Un.Lebih… .dari.Ayahnya.

[1]MediamilikHarieTanoeataukawankaribDonaldTrumpinimengutip StraitsTimes( Media Mainstream Barat) ketika memberitakan peristiwa di Korea Utara. Lihat, https://international.sindonews.com/…/cara-eksekusi… 

[1]Tempo Mengutip Daily Mail (Media Mainstream Barat) tanpa berkorespondensi dengan kantor berita lokal sehingga searah dengan arah wacana media Barat, sebagai contoh lihat, https://m.tempo.co/…/eksekusi-paman-kim-jong-un… 

[1]Lihat artikel Jonathan Kaiman dalam https://www.theguardian.com/…/story-kim-jong-un-uncle...

[1]Lihat Pidato Lengkap Yeonmi Park di https://www.youtube.com/watch?v=Ei-gGvLWOZI 

[1]Laporan ini dibuat dalam video pendek berjudul Why do North Korean Defentors Keep Changing
Their Stories? Lihat, https://www.youtube.com/watch?v=VfNHdhIE13A

[1]Mary Ann Jolley, The Strange Tale of Yeonmi Park (The Diplomat: 10 Desember 2014), lihat,
http://thediplomat.com/…/the-strange-tale-of-yeonmi-park/

[1]Lihat https://www.washingtonpost.com/…/the-us…/2015/03/20/fb5 25694-ce80-11e4-8c54-ffb5ba6f2f69_story.html

[1]Tulisan mengenai kumpulan kebohongan media Barat atau media Mainstream pernah diulas oleh Profesor Michel Chossudovsky dalam artikelnya di Global Research berjudul Who is Behind “Fake News” Mainstream Media Use Fake Video and Image . Lihat, http://www.globalresearch.ca/who-is-behind-fake-news… ges/5557580 diposting pada tanggal 24 November 2016 dan diunduh pada tanggal 30 April 2017.

0
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here