Belajar dari Kebangkitan Negeri Russia

0
20
views
russian economy
russiamatters.org

Negeri Russia, merupakan negeri dengan luas wilayah terbesar di dunia. Monarki Russia pernah menjual wilayah Alaska ke negeri Amerika, baru akhir-akhir ini, negeri Russia merasa melakukan kesalahan besar, karena di Alaska merupakan wilayah yang cukup besar didalam kandungan minyak dan gas.

Namun negeri Russia merupakan negeri yang mempunyai pipeline gas dari Siberia sampai ke Eropa, dan saat ini, mereka patungan untuk membuat pipa gas Nord Stream, yang biayanya di tanggung oleh Gazprom Russia dan juga Jerman

Gazprom, saat ini, meski menjadi perusahaan multi nasional, dengan komposisi saham pemerintah Russia sebesar 50.1% saham, dan sekitar 25% dimiliki oleh perusahaan swasta dan juga bursa saham di MICEX Russia.

Sedangkan, Rosneft yang telah menjelma menjadi perusahaan raksasa minyak dan gas dari Russia, termasuk ketika mereka telah me-nasionalisasi Sibneft yang sebelumnya adalah perusahaan minyak swasta milik Roman Abramovich yang juga pemilk club sepak bola Chelsea.

Selain itu, Rosneft juga telah melakukan nasionalisasi perusahaan minyak Yukos milik seorang Yahudi Russia bernama Mikhail Khodokovsky yang saat ini memilih tinggal di negeri Jerman, setelah Khodorkovsky dipenjarakan di Siberia.

Kebangkitan Negeri Russia

Setelah Vladimir Putin mulai berkuasa di negeri Russia, hal yang paling dulu untuk dibangun adalah “nasionalisme Russia” diantaranya ya dengan melakukan nasionalisasi di sektor vital, yaitu terutama sektor oil dan gas.

Tahun 2000-2008, harga komoditas oil dan gas sedang tinggi-tingginya, sehingga BUMN semacam Gazprom maupun Rosneft mendapatkan banyak sekali keuntungan dari sektor booming oil dan gas Russia yang dijual terutama ke Eropa.

Russia, di sekitaran tahun 2000-2008 juga pernah menjual harga gas alam ke Eropa, sedangkan source gas alam yang dijual adalah gas alam dari negeri Turkmenistan dengan harga jual sekitar usd 60 per 1000 meter cubic, sedangkan harga jual ke negeri Eropa sekitar usd 400 per 1000 meter cubic.

Negeri Russia bisa melakukan ini semua, karena mereka mempunyai BUMN Gazprom yang mempunyai infrastruktur di bidang oil dan gas membentang dari Siberia sampai ke Eropa, dan melalui selat Baltic. Selama ini, supply gas alam dari Russia ke Eropa menggunakan pipa gas yang melewati negeri Ukraine, dan negeri Ukraine menjalankan tariff transit pipa gas alam dari Russia menuju ke Eropa.

Negeri Ukraine juga pernah bermasalah dengan pembayaran gas alam dari Russia, sehingga Russia melakukan shut down terhadap supply gas alam mereka ke Eropa yang membuat negeri Jerman akhirnya turun tangan untuk membiayai terlebih dahulu hutang gas alam Ukraine ke Russia

Negeri Russia, saat ini tidak hanya bekerja sama dengan negeri Eropa lain seperti Jerman didalam membangun infrastruktur baru terhadap oil dan gas, Russia juga bekerja sama dengan negara Turky, didalam membangun backbone layanan gas alam ke Eropa.

Turki akan dijadikan sebagai negara proxy apabila bisnis gas alam dari Russia ke Eropa terkena embargo ekonomi.

Selain membangun kerja sama didalam membangun infrastruktur yang canggih terhadap jaringan pipa gas alam ke Eropa, Russia juga telah membangun infrastruktur pipa gas alam dengan negeri China, karena antara Gazprom Russia dan CNPC China telah sepakat bahwa Russia akan melakukan delivery gas alam sebesar 38 juta kubik meter ke China selama 30 tahun kedepan.

Transaksi tersebut konon mencapai usd 400 billion usd, dengan demikian China juga bisa mendapatkan harga gas alam Russia yang harganya cukup murah, sekitar usd 350 per 1000 meter kubik.

Selain itu, BUMN minyak Russia, yaitu Rosneft juga telah melakukan kerjasama dengan Exxon Mobile dari Amerika untuk melakukan explorasi minyak di Arctic atau kutub utara. Exxon merupakan perusahaan eksplorasi minyak yang mempunyai teknologi eksplorasi minyak terbaik di dunia.

Russia, memang merupakan negeri yang dilimpahi kekayaan gas alam terbesar di dunia, dan juga cadangan minyak nomor 8 dunia. Rosneft, atau BUMN minyak Russia saat ini juga merupakan salah satu perusahaan minyak dengan jumlah produksi minyak terbesar bersaing dengan Saudi Aramco dari Arab Saudi ataupun Exxon dari Amerika.

Namun seiring dengan perkembangan sains, teknologi, maupun inovasi, saat ini telah banyak sekali inovasi di bidang energi yang terbarukan, misal solar cell, sehingga di masa depan, ekonomi ala Russia, maupun negara lainnya seperti Arab Saudi, UEA, Qatar, Brunei dlsb akan mengalami masalah ekonomi, jika ekonomi mereka tidak di-diversifikasi atau mengembangkan sektor ekonomi digital kreatif.

Russia saat ini sudah mempunyai Skolkovo yang merupakan pusat riset maupun pendidikan bisnis untuk bisa melahirkan entrepreneur start-up tekonologi yang bisa menggerakan ekonomi mereka di masa depan.

0
Wawan Setiawan
Catatan Wawan Setiawan
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here