Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal Haram, Benarkah?

0
20
views
hukum mengucapkan selamat natal

Kali ini kita akan mengupas hukum tentang mengucapkan selamat natal bagi seorang muslim, ya karena memang masih banyak kaum Muslimin di luar sana yang masih bingung tentang hal yang satu ini.

Menurut penulis sih sah-sah saja jika kita mengucapkan Natal, namun tergantung kepada siapa dulu kita mengucapkannya. Saya beropini bahwa jika memang yang kita beri ucapan itu adalah teman dekat, kerabat ataupun mitra bisnis ya mungkin tidak apa-apa dengan alasan untuk menjaga relasi, keakraban, serta toleransi.

Tapi Opini saja memang tidak cukup dalam hal ini, karena yang kita bahas berhubungan dengan agama. Nah, maka dari itu saya akan mengulas beberapa pendapat yang berbeda dari para ulama. Masalah pembaca lebih mendukung ke pendapat yang mana itu kembali lagi ke diri sendiri ya.

Yuk simak pendapat pada ulama mengenai hukum mengucapkan selamat natal dibawah ini :

1. Mengucapkan Natal itu Haram

Pendapat tentang Haramnya mengucapkan Natal ini di cetuskan Oleh Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan beberapa ulama lain seperti Syeikh Ibn Baaz dan Syeikh Ibnu Utsaimin. Mereka berpendapat bahwa jika kita mengucapkan Natal kepada seorang Nasrani, maka sama saja kita mengucapkan selamat atas kekufuran.

Secara tidak langsung sobat menjadi bagian dalam perayaan hari raya mereka, dan membiarkan syiar atas agamanya. Ulama diatas menyebutkan bahwa setiap pengucapan natal merupakan tasyabbuh dengan mereka dan ini jelas diharamkan.

Mungkin masih ada yang belum tahu apa itu tasyabbuh, tasyabbuh berarti menyerupai. Dibawah ini beberapa contoh bentuk tasyabbuh :

  1. Ikut dalam perayaan hari Natal.
  2. Membagikan perayaan tersebut ke negara yang mayoritas Islam.

Para ulama tersebut juga menyebutkan bahwa seorang Muslim wajib menjauh terhadap sesuatu yang berhubungan dengan perayaan orang non muslim, sikapnya, tempat perayaan yang digunakan, maupun berbagai nama, simbol serta istilah dalam setiap ibadah non Muslim.

2. Diperbolehkan, Namun dalam Kondisi Tertentu

Beberapa Ulama kontemporer seperti Syeikh Yusuf al Qaradhawi berpendapat bahwa perubahan kondisi lah yang membuat beliau berbeda paham dengan Syeikh Islam Ibnu Taimiyah.

Syeikh Yusuf memperbolehkan mengucapkan selamat kepada non muslim, dengan syarat orang tersebut adalah orang orang yang cinta damai. Maksud dari cinta damai adalah mereka adalah orang orang baik yang tidak memerangi kau Muslimin, selain itu boleh pula jika orang tersebut adalah figur penting dalam hidup kita. Contohnya ya seperti masih keluarga, atau relasi bisnis dan yang lainnya.

Ada beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang menguatkan pendapat Syeikh Yusuf al Qaradhawi, diantaranya adalah :

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

Itu dia, dua pendapat yang berbeda dari para Ulama mengenai hukum mengucamkan selamat hari natal. Selanjutnya tinggal pilih, lebih setuju ke pendapat pertama atau pendapat yang kedua. Semua itu kembali lagi ke pribadi masing-masing ya.

0
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here