Too Big to Fail

0
24
views
Too Big to Fail
Too Big To Fail: Trailer # 4 (HBO Films)

Dunia bisnis, ataupun Entrepreneurship memang sangat menarik. Ekonomi negara-negara maju, bisa mempunyai GDP yang besar juga mayoritas disumbang oleh maju-nya Entrepreneurship-nya.

Negeri Amerika, Eropa Barat, China, Singapore sampai negeri Skandinavia, bisa menjadi negeri yang cukup makmur, tidak terlepas oleh maju-nya sektor swasta atau wirausaha. Dengan maju-nya sektor swasta ataupun sektor wirausaha, maka negara juga akan mendapatkan profit dari sektor pajak, sehingga banyak negara yang memberikan insentif terhadap tumbuh dan berkembangnya entrepreneurship.

Amerika, negeri yang paling menganut kapitalisme liberal, saat ini menjadi negeri dengan ekonomi atau GDP terbesar di dunia, GDP mereka saat ini telah mencapai sekitar usd 20 trillion, sehingga ketika terjadi krisis ekonomi, tidak ada satupun negara yang bisa menolong-nya, sehingga solusi dari krisis ekonomi di Amerika, salah satunya adalah dengan mencetak mata uang dollar Amerika.

Krisis ekonomi, bagi sebuah perusahaan, sebenarnya hal yang wajar wajar saja, namun didalam sistem ekonomi kapitalisme liberal saat ini, telah melahirkan perusahaan perusahaan oligarki yang kekuatan ekonomi mereka telah masuk di area yang biasa disebut dengan “too big to fail”. Korporasi yang sudah masuk kedalam kelas “too big to fail” ini, jika mengalami krisis, maka biasanya negara akan turun tangan, karena biasanya korporasi yang sudah sangat besar ini memperkerjakan banyak tenaga kerja, sehingga pemerintah akan turun tangan apabila korporasi seperti ini sedang mengalami krisis ekonomi.

Tahun 1998, tahun di era berakhirnya rezim Orde Baru, terjadi krisis terutama di sektor perbankan, sehingga pemerintah melakukan bail-out, dan membuat lembaga BPPN untuk mengurus atau menjual aset dari perusahaan yang telah di bail-out oleh negara. Namun BPPN mengalami kerugian yang cukup besar, karena asset asset perusahaan yang disita jauh lebih kecil daripada kucuran dana dari pemerintah.

Selain itu, kita tahu bahwa terjadi kasus lumpur Lapindo, yang diakibatkan oleh perusahaan tambang milik Bakrie, mengakibatkan banjir lumpur yang menyebabkan banyak rumah harus mengungsi dan juga rusaknya infrastruktur negara. Didalam kasus Lapindo ini, negara juga turun tangan, negara membiayai ganti rugi ke rakyat terlebih dahulu.

Kasus turunnya negara terhadap korporasi swasta yang “too big to fail” juga terjadi ketika krisis ekonomi melanda Amerika. GM atau General Motors, mendapatkan bail-out dari pemerintah Amerika, karena GM merupakan perusahaan swasta yang memperkerjakan banyak sekali tenaga kerja.

Demikianlah, jika korporasi sudah sangat besar dan memperkerjakan banyak SDM, mereka akan menjelma menjadi korporasi yang sudah masuk ke ranah “too big to fail. Mereka akan dibantu oleh pemerintah jika terjadi krisis.

1
Wawan Setiawan
Catatan Wawan Setiawan
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here